
Kita sedang berada di Zaman Peradaban Casing,dimana casing atau tampilan menjadi prioritas primer. Tidak peduli dia itu maling atau begal atau penjahat atau apa, selama dia berjas, menggunakan barang-barang mewah, punya kedudukan, akan sangat dihormati.
Zaman Peradaban Casing, sangat kental dalam balutan penampilan sebatas pencitraan, ucapan, sikap seketika, hanya demi sebuah penghargaan. Sebuah derajat keagungan, tanpa mempunyai nilai lebih. Menginginkan sebuah pengakuan, tapi hanya sebatas menjadi luapan.
Zaman Peradaban Casing, dimana logika kita menjadi sempit. Hanya menggunakan mata sebagai pedoman. Hati dan logika, dikesampingkan, agama tak lagi ada dalam pikiran.
Era digitalisasi sangat mendukung Peradaban Casing, dimana tampilan menjadi titik beratnya, pencitraan belaka. Cerita yang ditulis dalam ranah medsos, sebagai media pencitraan dengan foto-foto yang aduhai dan wah.
Kendaraan menjadi tampilan berikutnya yang dipandang orang. Jika datang dengan sepeda sama sekali tidak dilihat, dengan sepeda motor dianggap biasa saja, pakai mobil langsung berlagak kenal ramah dan sopan serta mengelu-elukan. Padahal yang bermobil belum tentu seperti yang dipikirkan.
Jaman Peradaban Casing
Reviewed by Jesicca Liem
on
4:04 AM
Rating:
Reviewed by Jesicca Liem
on
4:04 AM
Rating:

No comments: